Panduan kirim uang untuk Pekerja Migran Indonesia: aman, murah, dan tercatat

Tim redaksi FXMetrics · Diperbarui · Cara kami menghitung

Mengirim gaji ke rumah adalah tujuan utama bekerja di luar negeri. Lima hal ini membantu uang Anda sampai utuh.

1. Pakai layanan berizin

Setiap negara punya regulator: SAMA di Arab Saudi, Bank Negara Malaysia, MAS di Singapura, Bea Cukai di Hong Kong. Layanan berizin bisa dilacak dan punya prosedur pengaduan. Agen tanpa izin mungkin terlihat lebih murah, tetapi jika uang hilang, Anda tidak punya perlindungan.

2. Data penerima yang benar

Nama lengkap sesuai rekening atau KTP, nama bank, nomor rekening. Simpan data ini di ponsel agar tidak salah ketik setiap bulan.

3. Bank atau e-wallet

Rekening bank cocok untuk tabungan dan kebutuhan besar. E-wallet (DANA, OVO, GoPay, ShopeePay) praktis untuk belanja harian keluarga, tetapi ada batas saldo, apalagi jika akun belum terverifikasi.

4. Waspadai penipuan

Jangan pernah mengirim uang ke orang yang mengaku petugas, agen penyalur, atau “pacar online” yang meminta transfer mendesak. Untuk masalah penempatan dan perlindungan, hubungi perwakilan RI (KBRI/KJRI) atau BP2MI, yang kini berada di bawah Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

5. Hitung yang sampai, bukan biayanya

Dengan kurs 2026-10-08 (1 SAR = 4.766,63 IDR), selisih kurs tambahan 2% pada kiriman 1.500 riyal berarti sekitar 142.999 IDR lebih sedikit untuk keluarga. Bandingkan di halaman rute sebelum mengirim.

Pertanyaan umum

Apakah kiriman uang PMI dikenai pajak di Indonesia?

Kiriman uang dari anggota keluarga untuk kebutuhan sehari-hari umumnya bukan objek pajak penghasilan. Untuk kasus khusus, tanyakan ke kantor pajak atau konsultan.

Ke mana melapor jika uang tidak sampai?

Pertama ke layanan pengirim dengan nomor transaksi. Jika tidak ada penyelesaian, ke regulator di negara pengirim.

Sumber

Halaman resmi diperiksa pada

Berapa yang bisa Anda hemat?

Buka kalkulator